Catatan penting: “si empunya blog bukan penganut suatu tarekat tasawuf manapun, apa yg ditulis hanya sekedar berbagi informasi saja”
Happy reading
Jujur aja wkt pertama kali datang ke mesir, pengen bgt liat jenis tarian ini. Keliatannya sangat menarik dg penari yn mengenakan kostum warna-warni nan mencolok. Katanya sih kalo masuk musim spring, tarian ini bisa diliat di tempat wisata “al azhar Park” sebagai daya tarik tersendiri buat wisatawan. Heheh daku blon kesampean nih ke azhar park…jd ya blon pernah liat tarian ini di sana.
Cuma aku emang beruntung, tanpa ke azhar park akhirnya bias liat jg secara langsung. Waktu ada acara ‘egyptian culture” di CAC, ada pertunjukkan ini. Wiiiii bener-2 memukau.
Tanura Dance atw tarian sufi Mesir asal muasalnya dikenalkan oleh seorang ulama tasawuf terkenal “Jalaluddin Rumi”. Dulu jamannya kuliah salah satu buku karya rumi yg melegenda di kalangan temen2 kampus adalah “tamannya orang2 bercinta” (mudah2an ga salah judulnya). Banyak temen2 yg punya buku ini…aku sih ga tertarik beli, cukup pinjam aja
Isi dari buku ini lebih banyak ttg syair2 yg ditulis Rumi terkait dg pengungkapan kecintaan dia kpd sang Maha “Allah SWT”.
Aku sendiri bukan salah satu anggota dari tarekat yg didirikan Rumi tapi ada pemikiran Rumi yg aku kagumi mengenai konsep “Egalitarian”, ini dia syairnya…
Peperangan manusia hanyalah seperti pertarungan anak-anak..
Semua tidak berharga….
Tiada arti tiada substansi…
Engkau adalah penyembah berhala jika tetap menjadi tawanan tawanan gambar
Enyahkan gambar berhala, lihatlah hakikat
Jika engkau pergi haji, carilah temanmu dari para jamaah haji
Baik itu india, turki atau arab
jangan kau lihat gambar dan warnanya
lihatlah kemauan dan tujuannya
jika berwarna hitam, dia punya tujuan yg sama dgmu
Namakan dia putih, maka dia sama dg warnamu
Warna lahir hanyalah dipremukaan tanah
sedang manusia, aku kenal dalam dirinya ada warna merah dan kuning
warna-warna indah datang dari bejana yg jernih
warna-warna orang jahat datang dari air temaram yg hitam
…………….
back to Tanura dance
Tanura Dance diciptakan Rumi sebagai bentuk sebuah ekspresi dari rasa cinta, kasih, dan sayang yang maha tinggi dari seorang hamba kepada sang Robbii. Tarian ini dikenalkan oleh tarekat yg didirikannya yaitu tarekat Maulawiyah. Dalam tarikat Maulawiyah irama musik digunakan sebagai media untuk Jadzab (hilang kesadaran diri karena daya tarik Illahi). Musik ini adalah ungkapan ratapan duka cita orang yg terbelenggu, ingin kembali pada asal muasal sebagai makhluk langit, dulu dizaman azali.
Zikir Maulawiyah ini dimulai dg pembacaan ayat suci Al Qur’an dilanjutkan dg pembacaan doa-doa oleh pemimpin malejis dzikir, setelah itu salah seorang darwis menendangkan syair2 rumi dan dimulailah ratapan dg diiringi dawai, para murid mulai menari berputar (gerakan tubuh memutar berlawanan dg arah jarum jam-konon perputaran melawan arah jarum jam ini untuk
Pesta para sufi ini lahir manakala seorang Pencari Tuhan bertemu dengan Sang Kekasih Yang Maha Suci, ketika merasakan kasih yang ada dalam hati dan dalam diri meletup-letup, maka perasaan ini akan ditransfer menjadi energi gerak dalam bentuk menari. Tarian yang dilakukan adalah sebuah ekspresi untuk merayakan kehidupan. Konon, ketika menari seperti itu, para penari mengalami ekstase yang di kalangan para sufi dipahami sebagai tingkat pencapaian perasaan penyatuan dengan Tuhan. Bahkan, ada pula yang mengaku gerakan yang tercipta ‘’seolah-olah” bukan dari diri si penari. Dari kasih inilah yang membuat seorang pencari seperti Rumi memiliki jiwa sangat lembut, dirinya tidak lagi bisa membenci atau melihat perbedaan suku, ras maupun agama.
Seiring dg perkembangan zaman…Tarian sufi ini tidak lg dikhusukan sebagai pestanya para sufi saja, tapi sudah melekat menjadi bagian dari budaya Mesir. Tarian ini berengkarnasi menjadi hiburan yg memukau, menjadi tarian penyambutan bagi wisatawan2 yg datang ke Mesir…disajikan di hotel2 berbintang…layaknya sebagai hiburan. Mungkin samalah dg tarian2 kraton jogja yg mulanya hanya ditarikan di kraton saja, namun sekarang menjadi daya tarik memikat bagi para wisatawan.
Silakan dinikmati melalui foto-foto hasil jepretanku sendiri…
Tarian sufi ala Mesir menggunakan skirt atau rok bulat dan menampilkan atraksi menggunakan tamborin. Sambil berputar-putar mereka beratraksi dengan merubah-rubah susunan tamborin. Bayangin dengan hanya dua tangan mereka membuat berbagai formasi dari tamborin yang semuanya berjumlah 7 buah. Setelah selesai dengan atraksinya kemudian tamborine itu dilemparkan satu persatu kebagian belakang stage.
Roknya yang bulat seperti payung itu terdiri dari dua lapis. Setelah atraksi dengan tamborin selesai sambil terus berputar mereka membuat atraksi dengan rok lebarnya itu. Kombinasi warna dan patern yang mencolok pada rok ini menghasilkan permainan warna saat mereka berputar-putar dalam kecepatan tinggi.
Tarian berakhir saat mereka melemparkan roknya yang terakhir setelah bermain-main dulu dengan memutarnya diatas kepala.
Satu hal yg paling menarik adalah para penari2 ini berputar terus menerus tanpa berhenti selama berjam-jam dan gerekan mereka tetap seimbang, bahkan sampai tarian berhenti tidak membuat para penari oleng (kehilangan keseimbangan) karna akibat dr gerakan tubuh berputar itu.
Kalo yg bukan ahli, dijamin deh ga bakal bisa tahan lama untuk berputar, yg ada bakal jatuh karna puyeng heheh. Selesai acara, penonton diajak mencoba lho dg mengenakan rok yg penari kenakan….dan hasilnya baru berputar dlm hitungan menit aja udah oleng…jatuh…bahkan ada yg terjungkal ke arah penonton. Hihihih bule-bule itu dikerjain rupanya……..

Sumber Tulisan :
- Makalah pengajian Al Humaira yg disampaikan oleh Muhammad Saefuddin-Mhs S2 Al Azhar jurusan Ushuluddin
- buku poket “Islamic Cairo”
- Nonton gratis Tanura Dance di Cairo american College












Beautiful dance….
Pernah nonton di TV, di Eropa gituh (kayaknya Turki ….lupa gw) tapi pakaiannya tidak mencolok seperti di Mesir. Mereka menggunakan kostum berwarna putih.
tengkiu mbak…bagus photonya….enak bacanya…(apa sehhhh…bukan basa basi nih,……sumpah!!!!!)
Jujur,saya suka dgn dunia Sufi.
Dan membaca karya Rumi,banyak sekali makna Hakekat yg tertuang dalam setiap tulisan-tulisannya.
Setiap baris demi baris ada makna yg sangat begitu dalam.
itulah bila jiwa sudah Tercurahi oleh cahaya CintaNYA.
Begitu pun dgn Rumi selama hdupnya selalu bermujahadah kepadaNYA.
Untuk menapak jalan Cinta menuju padaNYA.
Dimana pada akhirnya Rumi tak ada yg ada hanya DIA!
Lalu,bagaimana dgn syekh Siti jenar.Yang mengatakan ; Tidak ada aku yg ada AKU!
wah masih di mesir ya?? gambarnya indah2, jadi pengen ke sana
wah keren…keren..hehe
Info bagus Ven….
Syairnya Rumi sering dipakai dimana-mana… meskipun bukan penganut tarekatnya
wah jadi inget waktu kecil. demi mendapatkan uang Rp 100 sampe rela berputar putar dengan menyilangkan satu tangan ke kepala dan memegang telinga sedangkan tangan yang lainnya menyentuh tanah. hasilnya…boro boro ngedapetin duit yang ada malah ambruk krn kehilangan keseimbangan.
asli kaya payung warna-warni mas …..
hihihi percis kaya payung yaa…eehhh lagi2 aku di panggil mas qiqiqqiiq
yang punya blog ini kenapa ga ikut joged jg
)
hehehe engga ahhh…takut puyenggg
tuw baju bawanya bisa mekar gitu yaaa make paan? pa ditiupin angin dari bawah yaa?
… ow alaa emang mekar gitu yaa ??
bisa mekar gitu karna mereka berputar saking kencengnya mba
Di beberapa hotel bintang lima di Indo, tarian ini sudah sering dipertunjukin, Ven.
Pernah nonton sekali, itu juga karena dapat tugas liputan dari kantor
iya aku jg pernah liat diacara apaaa gituw di stasiun TV swatsa indo…cm kostumnya beda kaaannn…
heee…heeee..
lucu banget yaa…1111
pakaiannya
emang gak susah tuh make’nya…
Hmmm… keren yah mba…. roknya…
terima kaseh untuk infonya.
salam ziarah dari malaysia.